Koala (Phascolarctos cinereus) sering disebut “beruang koala”, padahal mereka bukan beruang sama sekali. Mereka adalah marsupial—hewan berkantung—yang hanya ditemukan di Australia. Dengan wajah bulat, telinga berbulu, dan gaya hidup santai, koala telah menjadi simbol nasional Australia. Tapi di balik keimutannya, mereka menghadapi ancaman serius yang bisa membuat mereka punah dalam beberapa dekade ke depan.
๐ฟ Gaya Hidup Koala: Santai Tapi Strategis
Koala menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon, terutama pohon eukaliptus. Mereka tidur hingga 20 jam sehari untuk menghemat energi karena makanan utama mereka daun eukaliptus rendah nutrisi dan sulit dicerna. Uniknya, koala punya sistem pencernaan khusus yang memungkinkan mereka menetralkan racun dari daun tersebut.
Koala juga sangat teritorial. Setiap individu memiliki “rumah pohon” dan jarang berpindah jauh, kecuali saat musim kawin atau kehilangan habitat.
๐ Ancaman Serius: Dari Jalan Raya hingga Perubahan Iklim
Populasi koala telah menurun drastis dalam 30 tahun terakhir. Menurut laporan National Geographic, populasi mereka turun hingga 54% karena:
- Hilangnya habitat akibat deforestasi dan pembangunan.
- Tabrakan kendaraan saat mereka turun ke tanah untuk berpindah pohon.
- Serangan anjing liar.
- Penyakit, terutama chlamydia, yang menyebabkan kebutaan dan kemandulan.
- Perubahan iklim, yang membuat pohon eukaliptus kurang subur dan mengurangi ketersediaan makanan.
Sumber: National Geographic Indonesia koala



0 komentar:
Posting Komentar